Seorang lelaki dan seorang wanita berpinggiran berbaring terlentang di sebuah halaman rumah. keduanya asyik menikmati malam dengan melihat bintang bintang yang gemerlap bersinar. Sesekali mereka tertawa sambil menunjuk ke arah bintang bintang di atas sana. Suasana hening menyelimuti mereka berdua, hanya bunyi dari kayu yang terbakar api unggun yang ikut menyertai mereka.
Dalam beberapa saat, keduanya diam dengan pikirannya masing masing.
"An," panggil si lelaki.
Kamis, 15 November 2012
Minggu, 04 November 2012
Aku Cinta Padamu
Aku mencintaimu seperti embun mencintai malam
Aku mencintaimu seperti bayangan mencintai cahaya
Aku mencintaimu seperti siang mencintai matahari
Ketika aku tidur, aku ingin kau ada di mimpiku
Ketika kurindu, kuingin kau belai rambutku
Hingga terjaga lagi nanti, aku ingin tetap mencintaimu
Aku mencintaimu seperti bayangan mencintai cahaya
Aku mencintaimu seperti siang mencintai matahari
Ketika aku tidur, aku ingin kau ada di mimpiku
Ketika kurindu, kuingin kau belai rambutku
Hingga terjaga lagi nanti, aku ingin tetap mencintaimu
Label:
Puisi
Kamis, 18 Oktober 2012
Antara Kita
“Hallo,” suaramu yang
serak dan berat menyadarkan ku kembali dari lamunan. Senyummu seperti biasa, mengembang tanpa
beban.
“Hmm,” kataku enggan.
Kamu tak bersuara lagi, hanya diam dan menatap wajahku dalam. separuh nyawa yang terlambat akhirnya memenui
kesadaranku. Aku baru ingat tentang cara dan kebiasaanmu saat dekat denganku. Kamu tak pernah mau duduk di sebelah
kiriku. Katamu, kamu ingin menempatkan
diri kamu sendiri di posisi yang benar untukku, di posisi yang paling baik
menurutmu. Meski aku pernah berkata
bahwa posisi duduk tak menentukan baik
tidaknya seseorang, kamu tetap saja keras kepala dan tak mau merubah
keyakinanmu. Kamu akhirnya berhenti
memperhatikanku dan mau duduk di sebelahku setelah aku menggeser sedikit posisi
dudukku.
“Ko mukanya ditekuk gitu? “ Dengan sedikit memiringkan badanmu, kau
kembali menatapku. “Ada masalah?” Kamu memang selalu peduli padaku. Namun sayangnya,
kamu sama sekali tidak peka terhadap apa yang sebenarnya kurasa, yang mungkin kamu rasakan juga. Atau jangan jangan aku sendiri yang terlalu
berharap bahwa kamu akan mengerti perasaanku.
“Ko diem aja? Kamu lagi dapet?” kamu kembali
bertanya.
Label:
Flash Story
Jumat, 14 September 2012
Greet
"Assalamu'alaikum," ingin sekali aku ucapkan kata itu untuk mengawali pembicaraan kita.
"Aku iseng baca salah satu postingan di blog kamu," ucapku sebelum kau balas salamku.
"Hatiku terenyuh membacanya," lanjutku.
"Kamu sekarang di mana?" Rasa penasaran membuatku ingin terus bertanya.
"Aku iseng baca salah satu postingan di blog kamu," ucapku sebelum kau balas salamku.
"Hatiku terenyuh membacanya," lanjutku.
"Kamu sekarang di mana?" Rasa penasaran membuatku ingin terus bertanya.
Label:
uncategorized
Jumat, 07 September 2012
Ketika Hamba Marah pada Tuhan-nya
Langit berubah jadi abu
Aku tak mengerti apa yang terjadi
Hanya aku tahu ini bukan karena letusan gunung berapi
Atau awan mendung pembawa hujan
langit tiba tiba saja gelap
Lalu kemudian aku tak bisa melihat lagi biru langit.
Aku MenyalahkanNya atas apa yang terjadi
Label:
Puisi
Jumat, 31 Agustus 2012
Andiana, Mawar Itu Mekar Kembali
Orang bilang, kaktus tak bisa tumbuh di gunung
dan mawar tak mungkin tumbuh di gurun
Mereka salah
Telah kutemukan tangkai mawar yang bisa tumbuh di gurun
Dengan wanginya ia meng-indahkan hari-hari hidupnya.
Sampai suatu ketika, Ia layu
dan mawar tak mungkin tumbuh di gurun
Mereka salah
Telah kutemukan tangkai mawar yang bisa tumbuh di gurun
Dengan wanginya ia meng-indahkan hari-hari hidupnya.
Sampai suatu ketika, Ia layu
Label:
uncategorized
Catatan Kecil-Serupa Tapi Tak Sama
Mawar
Beberapa bulan yang lalu, namaku banyak disebut media media
informasi, baik media elektronik maupun media cetak. Namaku bahkan sempat
menjadi headline surat kabar kabupaten. Bagi mereka pemburu berita,
penderitaan yang aku rasakan merupakan sebuah santapan sedap untuk
mengais rejeki. Sudah sepantasnya
memang, aku tak menyalahkan mereka.
Label:
uncategorized
Langganan:
Postingan (Atom)


