Kau berbisa.
Kau penyiksa
Penuh bualan dan dusta
Smua kenikmatan
Semua keindahan
Semu dan penuh bualan
Kau penyiksa!
Lepas semua!
Setan, kau rusak segalanya!
Lepaskan semua!
Lepaskan semua!
Anjing, kau hancurkan akalku!
Lemah kumelihat
Resah kuterikat.
Bangsat, ku tak bisa mengelak!
kau merubah semua
kau hancurkan semua
Remuk semua tanpa tersisa.
Lemah kumelihat
Resah ku terikat
Bangsat, ku tak bisa mengelak!
Bualmu kupercaya
Tipumu ku terperdaya
Sadar, kutersadar tak bisa mengelak.
Kau kian bersinar
Kau kian berpijar
Anjing, kutersadar dan tersadar
Kau mengikat semua
Kau alihkan semua
Kau hancurkan semua
Setan, kau hancurkan pola hidupku!
Tampilkan postingan dengan label Absurd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Absurd. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Agustus 2015
Jumat, 13 Februari 2015
Semua Akan Baik Baik Saja (kan?)
Ah... An, lagi-lagi yang akan kusampaikan hanyalah keluhan, hanyalah sisi lemahku yang tak mampu menanggung semua beban sendirian. Sungguh pengecut bukan?
Terkadang aku iri dengan orang lain yang bisa berlari kencang dalam hidupnya, melewati segala rintang dengan satu lompatan tanpa ragu, tanpa harus banyak yang dipikirkan. Dan pastinya kamu tahu, aku bukan orang yang seperti itu. Ya, aku terlalu asyik dengan ritme hidupku sendiri yang santai, yang tak pernah mau terkekang deadline-deadline yang harus terpenuhi. Namun pada akhirnya, seperti biasa aku harus meratapi ketertinggalanku, telat menyadari bahwa dunia telah jauh meninggalkanku.
Seperti sekarang, An, ketika orang lain sudah siap wisuda, aku masih harus mengurusi revisian proposal penelitian yang tak rampung juga. Aku ke mana aja?
Ternyata memang benar ya, titik terberat dalam perkuliahan justru ketika saat-saat terakhir, saat di mana sudah tidak ada lagi perkuliahan, yang harus kita lakukan hanyalah menyusun tugas akhir. Tapi tak kusangka prosesnya harus sepanjang ini, An.
Namun seperti yang selalu kamu bilang kan? bahwa semua akan baik baik saja.
Tapi tetap saja berat An !
Apa yang harus aku lakukan?
Arrgh... Tuhan saja tidak pernah menguji manusia di luar batas kemampuannya!
Lalu ujian macam apa yang sedang kuhadapi sekarang ini?
Aku pusing, An!
Namun seperti yang selalu kamu bilang kan? bahwa semua akan baik baik saja.
Ya! semua akan baik baik saja!
Semua akan indah pada waktunya
Aku hanya harus mempercayainya bukan?
Label:
Absurd,
Flash Story,
uncategorized
Selasa, 10 Februari 2015
Our Conversation
4 Februari 2015
Ini tempat sensitif,
ini tempatnya orang pacaran. Jadi aku akan duduk sedikit menyerong, aku
tidak akan duduk tepat di depanmu. Aku tidak mau orang lain mengira kita
pacaran, meski sebenarnya aku sedikit menginginkannya. Arrghh.
membiarkan orang lain mengira kita pacaran hanyalah membohongi diriku
sendiri.
Label:
Absurd
Senin, 24 November 2014
Teruntuk Andiana, wanita yang mencintai langit sore
Teruntuk Andiana, wanita yang mencintai langit sore
Dulu kamu pernah mendengar aku berkata, "Selama musik masih menghentak, dan roda motorku masih bisa berputar cepat, hidupku akan baik baik saja." , mungkin itulah kebohongan pertama yang kulakukan padamu. Hidupku ternyata tak sesimpel itu. Iya, hidupku ternyata tak bisa baik hanya karena mendengar musik atau kebut-kebutan di jalan. atau mungkin musik-lah yang sudah tidak bisa memperbaiki hidupku lagi.
Label:
Absurd,
uncategorized
Minggu, 21 September 2014
Garis Waktu
From T to F
Ketika bintang telah hilang
Ketika mentari tak juga datang
Dan ketika mulut tak bisa berkata lantang
Pertama kali bertemu, kamu tak mengenaliku
Begitu pun aku
Dengan lugas aku melewatimu
Kamu yang pertama memanggilku
Kamu memakai baju biru kehitaman bertuliskan namamu
di dada kananmu
Pertemuan kedua, kamu yang terlebih dulu menungu
Tepat waktu
Ah, kamu memang sangat menghargai waktu
Entah pertemuan keberapa
Kamu menghentikanku di jalan
Di tempat kita nanti, boleh bawa motor
Tanyamu
Aku tak tahu
Aku tak punya ketegasan untuk bilang iya atau tidak
Itulah aku
Lalu kita kian sering bercakap cakap,
Kita semakin dekat.
Iya, itu kesalahanmu.
Tidak, itu kesalahanku.
Ah bukan! Cinta tak pernah salah, katanya
Cinta? Sejak
kapan ia ada?
Ah, cinta!
Aku
mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau dari mana
Aku
mencintaimu lurus,
Tanpa
macam-macam, tanpa kebanggaan;
Demikianlah
aku mencintaimu
Karena
aku tak tahu cara lainnya
(Pablo Neruda—Soneta XVII)
Sukamakmur, 16 Juli
Ah, kamu menangis
Dan aku tak bisa berbuat apa apa
I
just can hold on your hands
Kamu tahu? Itu pertama kalinya aku memegang tangan
wanita!
The
first time I hold your hand
The
first time you cry in my hand
Saat itulah satu-satunya yang ada dipandanganku
adalah kamu
Dunia mengabur.
Tak ada yang
kupedulikan lagi selain dirimu
Persetan moral, persetan etika.
The
more I know you, The more I love you.
Ah tidak! Lagi lagi cinta.
18 Juli:
Ulang tahunku.
Let
me tell you a little secret!
Sebenernya aku lahir tanggal 17 sehabis maghrib.
Karena kesalahan kecil, di semua dokumen tanggal
lahirku tertulis 18 Juli.
“You are the best gift. Thanks for coming to my
life”
Hari pertama di rumah
Dia langsung menemuimu!
Kamu langsung menetapkan pilihan!
Terlihat simpel
Iya kah? Sesimpel itukah?
Secepat itu?
Yah, itulah keputusanmu!
Dua bulan memang tak kan bisa mengalahkan 6 tahun!
Walau sebenarnya bukan masalah siapa kalah atau
menang.
Hati
ini terikat mimpi sedih dan pedihmu,
orang yang terpilih sesuai kehendak hatimu sangat bahagia. Pandangan matanya terpaku padamu, di
hadapannya kamu tidak menyadari bahwa hatimu bimbang demi cinta
(Pushkin, Terjerat Impian Sentimentalmu)
Lepas dari itu semua,
Whatever
happens,
When
you fall down I’m the first on your list
Ketika kamu jatuh, biarkan aku menolongmu!
Ketika kamu butuh seseorang, cari aku, temui aku!
Anytime
anywhere, turn around and I’ll be there to shine-shine your way
(Owl City ft Yuna- Shine Your Way)
Dan ketika suatu saat nanti, ingatlah, pernah ada
laki laki yang begitu tulus menyayangimu!
Namun
di dalam hari-harimu yang sunyi dan sedih,
Kumohon
sebutkan namamu dengan lirih
Katakan
bahwa “ada yang sedang merindukanku”
Di
dunia ini aku hidup di dalam hati sesorang yang merindukanku
(Pushkin—Namaku)
Bila
ketetapan Tuhan
Sudah
ditetapkan, tetaplah sudah
Tak
ada yang bisa merubah
Dan
takkan bisa berubah
Relakanlah
saja ini
Bahwa
semua yang terbaik
Terbaik
untuk kita semua
Menyerahlah
untuk menang
(Dewa -- Hadapi Dengan Senyuman)
seperti yang pernah kubilang,
tak ada yang lebih penting (bagimu)
selain kebahagiaanmu sendiri.
dan kulihat kamu mulai tertawa bersamanya
maka mungkin kehadiranku kini tak dibutuhkan lagi.
yang bisa kulakukan saat ini hanyalah berdoa semoga
dia (yang kau pilih)
adalah orang yang tulus mencintaimu
adalah orang yang bisa membahagiakanmu
Di sini aku.
Ya, masih di sini. Pagi sehabis hujan, matahari yang masih enggan dan
mozaik-mozaik kenangan.
Jika segala tentangmu memang harus dilupakan, aku ingin melakukannya pelan-pelan. Seperti seorang lelaki yang melepas kekasihnya di stasiun kereta, dengan lambaian dan deru lokomotif yang berjalan perlahan. Maka jika mataku menjadi berkaca-kaca memandang rambutmu yang murung, hingga mengaburkan cara pandangku tentang kenyataan, aku bersedia memejamkannya: Untuk kubasuh pipiku seperti puisi-hujan membasahi tanah-pagi.
Demikianlah aku selalu mencintaimu, jauh, sejauh kepergianmu. Bagai doa yang kupanjatkan setiap hari agar takdir menghancurkan lantai waktu dan Tuhan tak memberiku kesempatan untuk pernah mencintaimu.
Jika segala tentangmu memang harus dilupakan, aku ingin melakukannya pelan-pelan. Seperti seorang lelaki yang melepas kekasihnya di stasiun kereta, dengan lambaian dan deru lokomotif yang berjalan perlahan. Maka jika mataku menjadi berkaca-kaca memandang rambutmu yang murung, hingga mengaburkan cara pandangku tentang kenyataan, aku bersedia memejamkannya: Untuk kubasuh pipiku seperti puisi-hujan membasahi tanah-pagi.
Demikianlah aku selalu mencintaimu, jauh, sejauh kepergianmu. Bagai doa yang kupanjatkan setiap hari agar takdir menghancurkan lantai waktu dan Tuhan tak memberiku kesempatan untuk pernah mencintaimu.
(Fahd
Djibran-Untitled)
Label:
Absurd
Langganan:
Postingan (Atom)


