Nampaknya aku mulai jengah dengan semua ini; rumus matematik yang sulit kupecahkan, deretan ikatan karbon yang mengular panjang, dan hukum hukum Newton-Archimedes yang tak pernah kumengerti maksudnya apa. Ini untuk apa? sudah saja hentikan semua ini.
Brrakk, kubanting buku Campbell setebal daun pintu kamarku. Bosan sudah aku melihat tulisan hijau hitam di dalamnya. Covernya yang hijau pun benar-benar sudah tak menarik bagiku. Padahal dulu, hijau adalah warna kesukaanku.
Rabu, 20 November 2013
Jumat, 18 Oktober 2013
Kenapa?
Kenapa harus ada kata "Kenapa" di dunia ini ?
Kenapa orang harus tahu apa yang orang lain pikirkan?
kenapa orang harus tahu apa yang orang lain ingin lakukan?
Kenapa orang selalu ingin tahu apa yang sebenarnya bukan urusan mereka?
Tak bisakah mereka puas dengan sekedar mendapatkan jawaban, tanpa harus bertanya lagi "Kenapa?"
Kenapa orang harus tahu apa yang orang lain pikirkan?
kenapa orang harus tahu apa yang orang lain ingin lakukan?
Kenapa orang selalu ingin tahu apa yang sebenarnya bukan urusan mereka?
Tak bisakah mereka puas dengan sekedar mendapatkan jawaban, tanpa harus bertanya lagi "Kenapa?"
aku tak terbiasa mengatakan isi hati dan pikiranku pada orang lain. aku lebih terbiasa memendamnya sendiri. aku lebih suka mendengar ocehanmu daripada mencurahkan isi hatiku. maka jika aku memintamu untuk terus mengoceh, mengocehlah tanpa henti. dengan mendengarkan ocehanmu saja, sedikit pening di kepalaku menjadi hilang.
Minggu, 06 Oktober 2013
Telfon
"Halo Ma.."
"Iya, A, ada apa? tumben telfon jam segini?"
"Haha, enggak, cuma mau ngobrol aja sama mama." (Kebohongan pertama)
"Oh, kirain ada apa. A apa kabar? kok suaranya sengau gitu?"
"Baik ko. lagi ujan aja kali jadi sinyalnya jelek, suaranya jadi ga jelas." (Kebohongan Kedua)
"Mama gimana? Bapak sama Dede sehat kan?"
"Alhamdulillah di sini sehat semua. Appa juga udah agak mendingan, paling tinggal berobat jalan."
"Syukur deh kalo sehat."
"A udah sholat?"
"Udah Mah." (kebohongan ketiga)
"Iya jangan suka akhirin solat, apalagi sampai kelewat."
"Iya mah"
"Uang bulanan masih ada kan?"
"ada kok, masih ada sisia."
"Jangan terlalu ngirit. Nabung boleh asal jangan sampai kurang makan. Kesehatan itu yang utama. Uang bisa dicari, kalo sakit susah ngobatinya."
"Iya mah"
"Iya, A, ada apa? tumben telfon jam segini?"
"Haha, enggak, cuma mau ngobrol aja sama mama." (Kebohongan pertama)
"Oh, kirain ada apa. A apa kabar? kok suaranya sengau gitu?"
"Baik ko. lagi ujan aja kali jadi sinyalnya jelek, suaranya jadi ga jelas." (Kebohongan Kedua)
"Mama gimana? Bapak sama Dede sehat kan?"
"Alhamdulillah di sini sehat semua. Appa juga udah agak mendingan, paling tinggal berobat jalan."
"Syukur deh kalo sehat."
"A udah sholat?"
"Udah Mah." (kebohongan ketiga)
"Iya jangan suka akhirin solat, apalagi sampai kelewat."
"Iya mah"
"Uang bulanan masih ada kan?"
"ada kok, masih ada sisia."
"Jangan terlalu ngirit. Nabung boleh asal jangan sampai kurang makan. Kesehatan itu yang utama. Uang bisa dicari, kalo sakit susah ngobatinya."
"Iya mah"
Jumat, 20 September 2013
Ada yang Harus Kuhadapi Esok Hari
Sini, mendekatlah kawan, ada yang ingin kukatakan padamu. Hidup memang tak mudah, akan banyak halangan dan rintangan yang kau hadapi. Kau akan merasa lelah, bingung, atau frustasi. Namun ketika semua itu terjadi, katakanlah ini pada dirimu sendiri dengan berani, "Ada yang harus kuhadapi esok hari." Lalu tegakkan dadamu dan berhentilah mengkhawatirkan masa depanmu.
Label:
Motivasi
Rabu, 18 September 2013
Rayuan Hujan
Di luar hujan, sayang
Masuk ke dalam dan berteduhlah
Atau tunggu aku membawakan payung untukmu
Masuk ke dalam dan berteduhlah
Atau tunggu aku membawakan payung untukmu
Label:
Puisi
Jumat, 13 September 2013
Ayah
Hmmm
Ceritain dong gimana dulu ayah bisa suka sama ibu
Haha.. Mau tau?
Dulu ayah sukanya sama ibunya Kak Deni. Tau kan Kak Deni, yang rumahnya deket sekolah itu.
Oh, iya iya, terus?
Iya, dulu ayah pernah nyatain kalo ayah suka sama dia, atapi... ayah ditolak, hahaha (Kasian)
Ahahahaahhahahah... ayah patah hati dong?
Iya sih, sempet kecewa juga. Terus ayah ketemu sama ibu kamu. Ayah nekad datengin kakek kamu. Padahal dulu ibu kamu pinggitan banget lho. Tiap deket sama lelaki dikit aja, kakek kamu langsung memarahinya.
terus terus?
Ya, mungkin kakek kamu liat itikad baik ayah untuk memperistri ibumu, jadi beliau nerima lamaran ayah. Kita berdua nikah, lahir deh kamu
Hmmm
Ceritain dong gimana dulu ayah bisa suka sama ibu
Haha.. Mau tau?
Dulu ayah sukanya sama ibunya Kak Deni. Tau kan Kak Deni, yang rumahnya deket sekolah itu.
Oh, iya iya, terus?
Iya, dulu ayah pernah nyatain kalo ayah suka sama dia, atapi... ayah ditolak, hahaha (Kasian)
Ahahahaahhahahah... ayah patah hati dong?
Iya sih, sempet kecewa juga. Terus ayah ketemu sama ibu kamu. Ayah nekad datengin kakek kamu. Padahal dulu ibu kamu pinggitan banget lho. Tiap deket sama lelaki dikit aja, kakek kamu langsung memarahinya.
terus terus?
Ya, mungkin kakek kamu liat itikad baik ayah untuk memperistri ibumu, jadi beliau nerima lamaran ayah. Kita berdua nikah, lahir deh kamu
Label:
Flash Story
Langganan:
Postingan (Atom)


